Minggu, 10 Januari 2016

TEKNOLOGI MOBIL YANG RAMAH LINGKUNGAN

Saat ini teknologi ramah lingkungan pada kendaraan cukup mudah ditemukan. Bahkan beberapa pabrikan mobil sedang hingga besar menawarkan teknologi ramah lingkungan pada setiap kendaraan yang dibangun. Mulai mobil hybrid hidrogen hingga mobil listrik. Kendati demikian hanya ada beberapa model teknologi yang dianggap bisa membuat kondisi lingkungan bersih.

Berikut ini merupakan teknologi mobil yang ramah lingkungan. Teknologi ini pun sudah banyak pengakuan dari berbagai industri otomotif global hingga digunakan untuk kemutakhiran produknya.
Fiat Multi-Air
Dari namanya saja sudah ketahuan jika peruahaan mobil Fiat yang membangun teknologi tersebut. Teknologi ini diklaim bisa mengendalikan konsumsi bahan bakar dan emisi rumah kaca hingga 10 persen. Teknologi Fiat MultiAir adalah sebuah mesin yang dilengkapi dengan sistem komputer yang mampu mengontrol buka-tutup katup intake pada mobil-mobil Fiat dan Chrysler. Nantinya kedua perusahaan berharap bisa memanfaatkan teknologi ini pada seluruh model mobil Fiat dan Chrysler di dunia.

Pendeteksi Ban Kempis
Sudah cukup banyak produsen mobil mengaplikasikan teknologi ini pada beberapa line-up mereka. Seperti halnya Nissan yang menjulukinya Nissan Easy-Fill Tire Alert. Lampu indikator akan segera menyala jika ban kekurangan tekanan air. Sinyal tersebut memerintah pemilik mobil agar menambah tekanan angin di ban. Bila tekanan angin ban berkurang bisa mempengaruhi konsumsi BBM.

Ford EcoBoost
Mesin Ford yang baru mengawali debutnya 2012 silam ini tercatat sebagai salah satu teknologi mesin ramah lingkungan. Rahasia di balik mesin kecil namun bertenaga ini sangat luar biasa. Meski kapasitas mesin namun tenaga dan torsinya luar biasa. Diklaim Ford, mesin tersebut dengan tingkat efisien sebesar 20 persen BBM dan mengurangi 15 persen efek rumah kaca.

Honda Eco Assist
Ketika pabrikan mobil menawarkan mobil hybrid dan plug-in hybrid, namun Honda menawarkan teknologi Honda Eco Assist dengan kesuksesan setara mobil hybrid. Teknologi ini membantu pengendara lebih bijak dalam menekan pedal gas. Teknologi ECON yang terintegrasi pada mesin juga mampu memberika feedback baik hingga mengurangi konsumsi BBM ketika pengendara tahu cara berkendara yang baik.

Teknologi Toyota RAV4 Listrik
Toyota juga berhasil mengembangkan mobil tanpa emisi. Namun dari banyaknya mobil listrik Toyota hanya Toyota RAV4 listrik yang paling diakui kehandalannya. Untuk mencapai tahap sempurna, Toyota bekerjasama dengan Tesla mendesain mesin dan transmisi listrik. Mungkin ini satu-satunya SUV listrik yang ramah lingkungan. Diperkirakan dengan sekali ini mobil tersebut sanggup berjalan hingga 165 km.

Mazda SkyACTIV
Mazda salah satu produsen yang tidak gembar-gembor dengan mobil listrik. Tapi Mazda menawarkan kreasi lainnya lewat teknologi SkyACTIV. Dan terbukti sukses. Teknologi ini membuat decak kagum dunia. Bahkan teknologi mesin SkyACTIV pada mobil-mobil Mazda diakui setara dengan mobil hybrid. Dan menariknya tidak hanya mesin, Mazda juga mengembangkan SkyACTIV pada casis, transmisi hingga bodi. Keempat kombinasi ini membuat nilai efisiensi semakin tinggi. Contohnya pada sektor transmisi. Mazda berhasi mengembangkan transmisi rendah friksi dan casis ringan berkat bahan yang dirahasiakan oleh pihak Mazda. Keunggulan dari teknologi SkyACTIV menyumbang tingkat keiritan konsumsi BBM hingga 30 persen.

TEKNOLOGI HYBRID

MOBIL HYBRID — Kenaikan harga BBM memang menjadi satu hal yang tidak bisa dipungkiri terus terjadi. Seperti diketahui Bahan Bakar Minyak merupakan hasil dari sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Permasalahan inilah salah satu yang mendasari lahirnya teknologi Hybrid. Menggantikan BBM 100 persen dengan sumber lain sebagai bahan bakar kendaraan bermotor memang masih belum efektif bisa diterapkan. Karena itulah Teknologi Hybrid diterapkan. Teknologi Hybrid pada dasarnya menggunakan bahan bakar minyak dan listrik secara bersamaan.

Mobil hybrid bekerja secara komplementer dengan dua buah sumber tenaga yaitu BBM dan listrik. Dengan menggabungkan dua sumber tenaga tersebut konsumsi BBM akan dapat dihemat. Saat gas ditekan, mobil masih bisa melaju dengan motor listriknya hingga 50 km per jam. Mesin bensin baru akan bekerja jika mobil berada di atas kecepatan 50 km/jam atau ketika baterai mobil tersedot habis.
Salah satu yang sudah menerapkan teknologi Hybrid pada mobil komersial adalah Toyota dengan Toyota Prius. Berdasarkan test drive Toyota Prius di jalanan Jakarta, Toyota Prius, mendapatkan angka konsumsi bahan bakar yang sangat irit yaitu 1 liter untuk 22 kilometer. Efisiensi bahan bakar yang dihasilkan Toyota Prius membuat pengendara mobil ini tidak akan khawatir dengan kenaikan harga BBM yang terus meningkat. Namun sayangnya harga mobil hybrid ini masih lumayan tinggi untuk konsumen kelas menengah ke bawah.

Cara Kerja Mobil Hybrid

1. Saat Mobil Berhenti
Pada saat mobil hybrid berhenti yang bekerja adalah mesin bahan bakar, sedangkan generator, dan motor listrik tidak bekerja. Pada saat energi listrik di baterai mulai menipis dan kendaraan sedang berhenti, mesin bahan bakar akan menyala sejenak untuk sedikit mengisi baterai.
Mesin bahan bakar memutar generator sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik untuk mengisi ulang baterai. Bila kondisi EV (Electric Vehicle) Mode yang terdapat pada mobil hybrid maka mobil hanya digerakkan oleh motor listrik saja (maksimum sejauh 1km jika baterai dalam kondisi penuh) dan kecepatan maksimum 45 km/jam.
Mobil-Hybrid
Bagan Teknologi Mobil Hybrid
2. Saat Kendaraan Mulai Bergerak dari Berhenti
Saat keadaan ini motor listrik menggerakkan mobil, sementara mesin bahan bakar tidak bekerja. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik, motor listrik menggerakkan roda mobil.
3. Kondisi Kecepatan Rendah Konstan
Motor listrik sebagai penggerak utama sementara mesin bahan bakar hanya sekali-sekali saja membantu. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik, motor listrik menggerakkan roda mobil dan mesin bahan bakar terkadang membantu menggerakkan roda mobil.
4. Kondisi Akselerasi
Motor listrik dan mesin bahan bakar secara bersamaan bekerja untuk menghasilkan tenaga gabungan yang besar. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik untuk menggerakkan roda mobil begitu juga secara bersamaan mesin bahan bakar juga menggerakkan roda mobil.
5. Kondisi Kecepatan Tinggi Konstan
Mesin bahan bakar bekerja penuh karena sebagai penggerak utama sementara motor listrik hanya sekali-sekali saja membantu. Mesin bahan bakar menggerakkan roda, baterai terkadang memberikan energi listrik kepada motor listrik yang terkadang membantu mesin bahan bakar menggerakkan roda mobil.
6. Kondisi Deselerasi
Motor listrik dalam kondisi mengisi ulang baterai sehingga sebagai generator kedua fungsinya sementara mesin bahan bakar berhenti bekerja. Roda mobil memutar motor listrik yang berubah fungsi sebagai generator kedua untuk menghasilkan energi listrik untuk mengisi ulang baterai.
Jika teknologi Hybrid sudah bisa diimplementasikan pada kebanyakan mobil, tentu akan banyak sekali penghematan BBM yang dihasilkan. Selain itu dengan teknologi Hybrid pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh gas buang mobil BBM akan berkurang banyak, sehingga ramah terhadap lingkungan.

CARA MEMBUAT CHARGER AKI OTOMATIS

Cara Mudah Membuat Charger Aki Otomatis Untuk Aki Kering dan Basah

        Aki adalah salah satu komponen sepeda motor yang paling penting selain bahan bakar , karena jika aki motor mati secara otomatis pengapian atau sistem kelistrikan yang terdapat pada motor tidak bekerja sebagaimana mestinya. Aki sendiri berperan penting terutama pada kendaraan yang menggunakan sistem teknologi yang dinamakan ECU (electronic Control Unit) atau lebih di kenal dengan teknologi injeksi kalau orang orang otomotif bilang, injeksi sendiri adalah pengganti karburator untuk memasukan bahan bakar ke dalam mesin untuk di proses ke pembakaran .
        Aki motor berfungsi sebagai energi pembangkit listrik pada ECU, sebelum mesin motor di hidupkan yang di tandai dengan bunyi “tritt” panjang saat kontak kita ON kan. Jika aki sepeda motor anda tekor tentunya hal tersebut akan membuat sistem ECU serta perangkat atau komponen lainya misalnya saja seperti Klakson , dan lampu sein tidak bekerja secara maksimal. maka dari itu alangkah baiknya anda coba untuk melakukan changer aki ulang pada kendaraan anda.
Mungkin anda bertanya tanya bukan bagaimana sih cara men charger aki otomatis..? Apakah aki motor bisa di charger …? Jawabanya adalah bisa . Aki dapat di charger atau di isi ulang karena aki memiliki lebih dari satu sel atau dengan kata lain aki adalah sumber energi listrik dengan elemen elemen ganda. Untuk cara pengisian ulang aki sebenarnya sangat mudah, anda tinggal memasang saja kubub (+) anda charger ke (+) dan kutup (-) anda charger ke (-) Aki . Nah anda juga bisa kok membuat charger aki sendiri, anda bisa lihat gambar skema rangkaian dibawah ini .
auto-cut-off-fast-charger

Image from electroschematics.com : auto charger cut off
Oya yang perlu anda ketahui bahwa untuk men charger aki sebenarnya tidak harus membutuhkan arus yang besar . Kebutuhan arus di sesuaikan dengan spesifikasi yang tertera di bagian aki sendiri. Jika arus yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang disarankan maka akan berakibat jelek bagi aki motor tersebut.Satu hal lagi yang perlu anda perhatikan dalam men charger atau pengisian aki mtor yaitu waktu atau lamanya pengisiannya.
Pengisian aki motor dengan arus listrik yang besar tentunya akan lebih cepat , namun akan berakibat pada usia aki motor sendiri menjadi semakin pendek.Untuk pengisian aki yang baik adalah denga arus listrik yang kecil akan tetapi akan membutuhkan waktu yang cukup lama , untuk menghitung waktu berapa lama pengisian aki sampai selesai maka bisa menggunakan rumus yang saya kutip dari blog http://elektronikdot.blogspot.com/
rumus cas
Sumber :http://elektronikdot.blogspot.com/
Seperti yang anda lihat pada gambar diatas , jadi untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi aki terserah anda,jika anda ingin pengisian yang cepat maka bisa menggunakan charget aki dengan arus agar lebih besar , tapi ingat output arus tidak lebih dari 20% dari arus yang tertera pad aki (Ah). JIka anda bertanya angka 20% pada rumus diatas itu artinya adalah inefisiensi rata2 pabrikan accu ketika melakukan charger untuk mengisi dari jam ke jam hingga penuh.
Untuk skema charger aki otomatis diatas dilengkapi juga dengan sistem pemutus arus otomatis menggunakan relay. Jadi jika aki motor sudah terisi penuh , maka nanti akan terjadi secara otomatis arus pengisian berhenti dan aki motor akan aman dari lamanya waktu pengisian yang berlebihan. Akan tetapi jika anda mengalami kesulitan dalam membuat sistem otomatisnya silahkan anda lihat kembali skema yang lebih sederhan dibawah ini :
gbr-8
rangkaian penyearah adaptor
Jika anda perhatikan gambar diatas ,pilih arus sesuai denga kebutuhan anda, serta ubah nilai kapasitor menjadi minimal 6000 uF / x volt ( pilihlah tegangan kapasitor sedikit diatas tegangan kerja adaptor ,misalnya 600uF /25 volt untuk output 15-18 v )agar charger tidak drop saat diberikan beban aki , untuk tegangan output usahakan lebih tinggi sedikit dari tegangan aki (kisaran 13-15 volt jika aki anda memiliki tegangan 12 v)
Ada juga bisa menambahkan beberapa LED indikator sebagai penanda bahwa rangkaian sudah on (Led diseri denga R 1k agar tidak terbakar) . Dibawah ini adalah penampakan charger aki sederhana buatan mas aziz  (http://elektronikdot.blogspot.com/2014/09/cara-membuat-charger-aki.html) dengan spesifikasi sebagai berikut ini :
  • Tranformator CT 3 A,
  • tegangan 15 V,
  • penyearah dengan 2 dioda
  • + Led indikator.
Gamabar :
Cara Membuat charger aki mudah
Cara Membuat charger aki

Nah bagaiamana ,apakah sudah paham artikel yang saya sajikan diatas , jika anda belum paham , bisa langsung kontak mas aziz selaku yang membuat chager aki diatas klik disini untuk menghubungi nya .
Berikut ini ada tambahan lagi mengenai Cara membuat Ces/Charger aki, jika anda masih belum paham mengenai yang saya sajikan diatas.

Skema Pembuatan charger aki motor

Skema Sederhana Changer AkiSpesifikasi yang dibutuhkan :
  • transformator (trafo) 5 ampere 12v,
  • kapasitor/elco 2200uf/25v ,
  • Dioda 5ampere…
Penjelasan Mengenai cara membuat cas aki motor
  1. Trafo
    Anda bisa mencari trafo yang berkapasitas 5 ampere dengan keluaran 12v di toko toko elektronik terdekat di kota anda.Untuk cara kerjanya adalah menurunkan tegangan PLN 220 Volt menjadi 12 volt. Trafo sendiri dia sebuah perangkat yang berfungsi sebagai penyuplai daya listrik untuk mengecas daya listrik aki. Sedangkan untuk Ampere trafo disesuaikan dengan ampere pada aki motor.
  2. Dioda
    Seperti yang kita ketahui bahwa keluaran (output) trafo adalah menggunakan arus berjenis AC (arus bolak – balik), sedangkan untuk aki dia menggunakan arus berjenis  DC (arus searah). Maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukan sebuah komponen elektronik yang berfungsi untuk menyearahkan arus AC tersebut,nah komponen elektronik tersebut disebut dengan istilah dioda. Sebenernya kalau anda tahu dioda ,bentuk ini adalah mirip seperti kiprok pada kendaraan sepeda motor . tapi kalau pada kendaraan dioda yang digunakan adalah dioda berjenis  bridge (4 dioda), sedangkan disini (khusunya untuk membuat charger aki yaitu cukup menggunakan 2 buah dioda yang serinya yaitu 1N4001, atau 1N4002, atau 1N4007 atau lainnya yang memiliki kemampuan diatas ketiga dioda yang disebutkan.
  3. Kapasitor
    Untuk Penggunaan kapasitor dalam skema rangkaian charger sebanarnya tidak terlalu diwajibkan karena aki sendiri merupakan kapasitor raksasa.Tapi ya kembali ke anda , apakah mau di pasang atau tidak , tapi  kalau berdasarkan berbagai sumber lebih baik di aplikasikan karena untuk perata arus…
  4. Amperemeter
    Amperemeter ,untuk penunjuk pengisian baterai , anda bisa aplikasikan atau tidak terserah anda.

MEMBUAT FILTER UDARA DARI BARANG BEKAS


Udara yang jernih merupakan anugrah bagi manusia , mengingat akhir akhir ini negara indonesia sedang di landa kebakaran hutan hebat yang menyebabkan polusi udara yang sangat mengganggu kesehatan , bagi mereka orang orang yang berlimpah duit , mereka bisa membeli penjernih udara yang harganya puluhan juta ataupun bisa mengungsi sementara di kota kota yang tidak berdampak pencemaran udara , namun bagai mana dengan yang kurang mampu m mereka hanya bisa berdiam dan mencoba untuk bertahan dengan kondisi tersebut
berdasar pada kejadian tersebut , disini akan kami share cara menjernihkan udara dengan memanfaatkan barang barang bekas yang mungkin tidak bernilai
disini kita akan memanfaatkan filter mobil atau filter sepeda motor atau sejenisnya dan sebuah kipas yang akan di manaatkan unyuk menyedot udara

gambar di atas adalah contoh bahan bahan yang akan kita manfaatkan untuk membuiat penyaring udara yang akan menyaring udara berpolusi menjadi udara segar , yah setidaknya akan mengurangi polusi udara yang akan kita hirup
lalu tempelkan kpas dan filter udara tersebut menjadi seperti ini


dan hidupkan kipas tersebut , gambar di atas adalah contoh skala kecil , kita bisa membuat filter udara tersebut menjadi ber skala besar untuk skala rumah , selamat mencoba …

SEMBILAN TEKNOLOGI OTOMOTIF TERKINI

Sembilan Teknologi Otomotif Terkini
Teknologi di industri permobilan mengalami perkembangan pesat. Berbagai inovasi dihadirkan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, hingga menciptakan pengendaraan yang lebih berkualitas. Berbicara teknologi, banyak yang dimulai dari mimpi. Misalkan saja dulu tidak pernah terpikir mobil dapat parkir sendiri atau antar-kendaraan bisa 'berkomunikasi' untuk menghindari kecelakaan. Tapi, sekarang semuanya sudah terwujud, bahkan hingga ke teknologi yang memungkinkan pengereman dilakukan secara otomatis, ketika berhadapan dengan kendaraan lain. Semua teknologi itu tentunya membuat mobil semakin bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
M. Lulut

Parkir Pintar (Active Park Assist)
Lexus termasuk perusahaan yang pertama kali mengaplikasikan teknologi parkir pintar ini. Terakhir, Ford Motor Company (FMC) mengenalkan Active Park Assist yang akan diaplikasi pada Lincoln MKS sedan dan MKT crossover. Teknologi ini menggunakan sistem sensor ultrasonic dan electric power assisted steering (EPAS) untuk memposisikan secara otomatis kendaraan, dengan cara mengkalkulasi dan mengoptimalkan sudut lingkar kemudi saat melakukan parkir paralel.

Pengemudi cukup menekan tombol Active Park Assist dan mobil bisa secara cepat, mudah, dan aman memarkir kendaraan tanpa perlu menyentuh lingkar kemudi. Tampilan visual atau audio akan memberitahukan pengendara terhadap jarak dengan mobil lain, obyek, atau orang.
Pengereman Otomatis dan Pre-Crash
Volvo menghadirkan teknologi keselamatan yang disebut Collision Warning with Full Auto Brake (CWAB). Fitur terbaru ini akan mendeteksi posisi kendaraan di depan melalui radar dan sensor kamera, lalu akan memicu sistem pengereman secara otomatis, bila pengemudi tidak menyadari adanya potensi kecelakaan.

Jarak efektif dengan kendaraan lain yang bisa ditangkap radar dan kamera sekitar 150 m. Ketika jaraknya mendekat, sistem ini akan memberi peringatan kepada pengemudi. Bila pengemudi tidak merespon, maka CWAB secara otomatis akan mengerem kendaraan. XC60 juga mengaplikasi City Safety yang dilengkapi sensor laser. Sensor ini mampu memonitor berbagai obyek pada jarak lebih dari 10 meter dan apabila membaca adanya persimpangan dan kemacetan lalu-lintas di dalam kota, pesan sinyal akan disampaikan kepada komputer agar kecepatan XC60 dikurangi. Misalnya, di kecepatan di atas 15 kpj, komputer secara otomatis akan menekan rem 50% apabila terdapat kendaraan yang melaju pelan atau berhenti di depan dan tidak diketahui pengemudi.
Toyota juga memiliki teknologi yang hampir serupa dan dinamakan Front-side Pre-crash Safety System dan Pre-crash Seatback, yang dipakai Toyota Crown. Inovasi Toyota ini mampu memprediksi secara akurat skenario akan terjadinya tabrakan dengan menggunakan gelombang radar yang dipancarkan secara diagonal ke kanan dan ke kiri kendaraan. Hal ini untuk mendeteksi kendaraan yang melaju kencang dari persimpangan jalan.
Pre-Crash system juga mengendalikan banyak hal, seperti pengatur sandaran kursi dan sabuk pengaman penumpang depan dan belakang. Sistem ini juga akan menegakkan sandaran kursi agar airbag bisa memberikan perlindungan maksimal. Pre-Crash Intelligent Head restraint disiapkan untuk mengurangi risiko cidera leher akibat hentakan dari belakang.
Reduksi Emisi NOx
Mazda mencatatkan CX-7 sebagai mobil penumpang pertama di Jepang yang menggunakan Urea Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk mesin diesel. Tujuannya jelas, Mazda ingin mengubah persepsi bahwa SUV menjadi penghasil emisi gas buang terbesar. Melalui teknologi baru ini, pembakaran mesin MZR-CD 2.2L turbo diesel yang menghasilkan sisa Nitrous Oxide (NOx) akan dibersihkan melalui penyemprotan urea cair. Penggunaan sistem ini berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan menekan emisi CO2 (dari mesin bensin). Berkat teknologi SCR, CX-7 facelift bisa melenggang dengan sempurna untuk lolos dari regulasi emisi Euro5.

SCR dan urea cair ini disimpan di tempat khusus di belakang dengan tidak mengurangi ruang penumpang belakang. Untunglah mesin diesel CX-7 sudah rendah emisi sehingga tangki penyimpanan urea cair berukuran kecil. Urea cair ini merupakan zat kimia yang tidak berbahaya dan umum digunakan sebagai pelengkap pada pelembab kulit dan krim pelembut tangan.
Pengendali Pasokan Oksigen di Ruang Bakar
Selama ini pengaturan pasokan bahan bakar diatur seiring pijakan pedal akselerator, sehingga kendali pasokan oksigen diatur sesuai bukaan katup pada throttle di ujung saluran masuk atau besar kecilnya celah katup masuk. Gerakan buka-tutup katup ini memiliki durasi yang berlangsung konstan. Namun, gerakan konstan ini terkadang tidak sesuai kebutuhan mesin, karena pada saat tertentu mesin terbebani, yang membuatnya kehilangan daya optimum.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Fiat melakukan riset yang menghasilkan sebuah sistem yang dapat mengubah gerak katup dari konstan menjadi variabel atau sesuai kebutuhan. Fiat mulai memperkenalkan rancangan ini untuk pertama kalinya pada 1960 dan kini telah disempurnakan menjadi teknologi MultiAir. Prinsip kerjanya terkonsentrasi pada pergerakan katup pasokan masuk udara dalam mengatur jumlah udara ke ruang bakar. Dengan mengandalkan pergerakan piston dan camshaft yang akan mengerakan katup saat piston di posisi hisap (siklus 4-tak yang pertama), sebuah solenoid akan mengatur durasi katup masuk tersebut.
Sejauh ini, teknologi pengaturan buka-tutup katup sebenarnya telah banyak dikembangkan oleh manufaktur lain. Sebut saja, 4-valve technonolgy dari Mercedes atau VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung) dan Valvetronic milik BMW. Dari ranah manufaktur Jepang, nama VVT-i (Variable Valve Timing) dari Toyota atau VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) kepunyaan Honda, serta MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system). Namun, kebanyakan teknologi itu memakai sistem elektronik sebagai kendali rangkaiannya, dengan menggunakan ECU terpisah serta aktuator yang disematkan pada ujung camshaft dan cara ini memiliki tingkat kerumitan cukup tinggi. Hal inilah yang lantas disederhanakan Fiat dengan memanfaatkan oli mesin.
Berkat MultiAir, tenaga puncak mobil diklaim naik sekitar 10%. Tidak hanya itu, torsi pada putaran mesin rendah meningkat hingga 15% karena udara masuk lebih banyak. Kerugian mekanis akibat gesekan antar komponen mesin (pumping loss) juga berkurang hingga 10%, diikuti turunnya output emisi CO2. Dengan cara ini pula, konsumsi BBM terpangkas 25% dibanding mesin lain dengan kapasitas dan jumlah silinder sama, dan menekan emisi gas buang karbon monoksida 40% serta nitrogen oksida 60%. Rencananya, teknologi MultiAir ini diterapkan pada mesin 16-katup 1,4 liter milik Alfa Romeo MiTo di akhir 2009.
Pelacak Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda
BMW Group Research & Technology bekerjasama dengan beberapa institut riset di Jerman mengembangkan teknologi Car-2-X Communication. Teknologi ini diciptakan untuk menghindarkan mobil dari kemungkinan menabrak pejalan kaki atau pengendara sepeda yang berjalan di sela-sela mobil-mobil yang sedang terparkir. Pencegahan terjadinya insiden kecelakaan itu didapat melalui penerimaan data dan teknologi pelacakan, termasuk kerjasama sistem sensor antara kendaraan dan transponder yang hasilnya membuat pejalan kaki bisa teridentifikasi.

Proyek yang dalam bahasa Jerman disebut 'AMULETT' tersebut dibiayai Kementerian Negara Ekonomi, Infrastruktur, Transportasi, dan Teknologi Jerman selama tiga tahun. Dalam mengerjakannya, BMW menggandeng berbagai pihak seperti Continental Safety Engineering International GmbH, Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, Institute for High Frequency Engineering at Munich’s Technical University, dan ZENTEC GmbH.
Sistem Car-2-X Communication menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) yang di masa depan akan terintegrasi dengan tas sekolah, telepon mobil, atau tongkat berjalan. Secara singkat cara kerjanya, mobil akan mengidentifikasi sinyal elektromagnet yang dipacarkan transponder pada frekuensi 2,4 GHz dan data tersebut diolah melalui tampilan visual, sehingga pengemudi mengetahui posisi pejalan kaki meskipun tidak terlihat.
Layar Terpisah (Splitview)
Mercedes-Benz memahami keinginan antara pengemudi dan penumpang depan yang berbeda dalam menikmati monitor yang terdapat pada kendaraan. Untuk itu, generasi S-class berikutnya akan memiliki fitur yang disebut Splitview Comand Display. Teknologi baru yang dibuat melalui kerjasama dengan Bosch ini menjadikan monitor pada dashboard dapat menampilkan tayangan berbeda, tergantung posisi pengemudi dan penumpang depan.

Misalnya, pengemudi menginginkan peta navigasi, sedangkan penumpang depan secara bersamaan menginginkan memutar film DVD favoritnya untuk menghilangkan kejenuhan saat berkendara, maka layar yang sama akan menampilkan dua tampilan berbeda. Layar bekerja dengan cara menyisipkan sebuah filter yang akan mengatur pixel di dalam LCD untuk menampilkan citra tertentu dari sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian, pengemudi akan tetap berkonsentrasi terhadap navigasi agar tidak tersesat di jalan, sementara penumpang dapat menggunakan remote control untuk menikmati fasilitas hiburan dan headphone di telinganya.
Manajemen Lalu-Lintas
Sebuah cara baru untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas diperkenalkan Audi melalui sistem barunya yang disebut Travolution. Perangkat lunak yang menghabiskan dana riset sekitar 1,2 juta Euro ini memungkinkan pemilik Audi mendapatkan informasi mengenai lampu lalu-lintas: kapan hijau atau merah. Dari informasi yang didapat itu, kendaraan dapat menghitung jarak dan menjaga kecepatan menjelang lampu lalu-lintas sehingga akan mengurangi kondisi 'start & stop' saat menunggu lampu merah.

Proyek Travolution itu mendapat dukungan dari departemen lalu-lintas kota Ingolstadt, Jerman, karena akan mengurangi durasi berhenti kendaraan, sehingga kemacetan lalu-lintas bisa dikurangi. Sistem kerjanya, modul komunikasi yang dipasang di lampu lalu-lintas akan mengirimkan informasi pada mobil mengenai kapan lampu hijau menyala. Sedangkan sistem komputer di kendaraan akan menghitung berapa kecepatan yang harus dilakukan pengemudi agar pada saat melintas di lampu lintas yang dituju dalam keadaan 'hijau'. Informasi divisualkan melalui menu multimedia interface di dalam kendaraan. Cara ini juga selain mengurangi frekuensi berhenti, dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang CO2.
Airbag Penumpang Belakang
Pemasangan airbag untuk pengemudi dan penumpang depan sepertinya sudah umum diterapkan manufaktur. Namun, untuk penumpang belakang, sedikit sekali yang mencurahkan perhatiannya. Untuk mengakomodir keselamatan penumpang belakang, Toyota akhirnya menciptakan rear window curtain shield airbag pertama di dunia yang diaplikasi pada mobil kecil iQ.

Airbag ini menggunakan sistem Supplemental Restraint System (SRS) untuk melindungi bagian belakang kepala penumpang baris kedua, sehingga dapat meminimalkan risiko cedera serius saat terjadinya tabrakan dari belakang. Airbag ini akan mengembang dari bagian roof lining di atas jendela belakang dan membentuk tirai pelindung. Lebih jauh lagi, Toyota menambah airbag untuk penumpang belakang yang dipasang di konsol tengah kursi belakang (rear-seat center airbag), untuk mencegah cedera serius benturan sesama penumpang.
Eco-Driving
Teknologi hybrid memang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, tetapi kemampuan itu dapat hilang bila gaya dalam mengemudi bersifat agresif. Untuk mensosialisasikan prinsip eco-driving, Honda melakukan terobosan dengan mengenalkan Ecological Drive Assist System (EDAS). Sistem ini bertujuan membantu pengemudi dalam menerapkan prinsip mengemudi eco-driving.

EDAS diaplikasi oleh mobil hybrid Insight. EDAS memiliki tiga fitur kunci dan yang pertama adalah mode ECON. Setelah menekan tombol ECON di dashboard, secara otomatis mode ini akan mengontrol kinerja mesin, fungsi transmisi (CVT), dan komponen powertrain lainnya agar lebih ekonomis. Di sini efektivitas mesin akan lebih maksimal dengan mengatur fungsi AC, memperpanjang jeda berhentinya mesin saat mobil berhenti, dan memaksimalkan kemampuan pengisian ulang baterai saat pengereman.
Fitur kedua adalah fungsi pembimbingan melalui indikator berwarna pada speedometer. Jika muncul warna hijau sebagai background, berarti Anda telah mengemudi secara efisien. Jika warna latarnya berubah biru, maka gaya mengemudi Anda membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Fitur terakhir adalah fitur penilaian. Setelah Anda berkendara, komputer akan menampilkan sebuah grafik pohon kecil di layar Multi Information Display (MID). Makin ekonomis cara mengemudi, maka makin banyak daun yang tumbuh di pohon tersebut. Terlebih bila mengemudi secara sempurna atau sangat ekonomis, maka tak hanya daun yang muncul tapi juga gambar bunga. Terakhir ketika kunci kontak dimatikan, MID akan memunculkan nilai yang dicapai pengemudi.